Sejarah

Dalami Sejarah Makassar Melalui Sejarah Fort Rotterdam

Dalami Sejarah Makassar Melalui Sejarah Fort Rotterdam

Jika Anda mengunjungi Makasar, maka Anda bisa menemukan bangunan benteng Rotterdam yang memiliki sejarah panjang. Jika Anda berwisata ke sana, Anda bisa sekaligus belajar banyak hal mengenai sejarah panjang yang ada di Makasar.

Benteng Rotterdam atau dikenal juga sebagai benteng Ujung pandang, terletak tepatnya di jalan ujung pandang nomor satu di kota Makasar. Dilihat dari sejarah nya, benteng ini dibangun di tahun 1054 tungguma oleh raja gua yang ke sembilan bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa kallonna.

Orang gowa Makasar sendiri menyebut penting tersebut sebagai benteng penyu yang merupakan salah satu markas pasukan katak dari kerajaan Gowa. Sebutkan tersebut diberikan karena mengacu dari bentuk keseluruhan benteng Rotterdam tersebut yang jika dilihat dari udara akan tampak seperti seekor penyu yang masuk ke dalam pantai.

Ketika kerajaan gowa tallo berkuasa, mereka menandatangani sebuah perjanjian yang di dalam perjanjian tersebut terdapat pasal yang mewajibkan kerajaan ini menyerahkan benteng  ujung pandang kepada pihak Belanda. Semenjak pasukan Belanda menempati penting itu, nama benteng ujung pandang akhirnya berubah menjadi benteng Rotterdam.

Pintu masuk dari benteng Rotterdam sendiri yaitu berbentuk seperti benteng dengan tinggi 3 m. Untuk memasukinya, para pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu. Setelah memasuki bagian penting Rotterdam, para pengunjung akan diperlihatkan teman hijau yang berada ditengah penting. Taman ini dikelilingi oleh deretan bangunan tua yang memiliki dua tingkat, sementara terdapat tembok tinggi sekitar 3 m yang mengelilin nya kawasan benteng Rotterdam tersebut. Selain itu, Anda juga bisa menemukan Museum la galibo Yang lokasinya berada di dalam kawasan benteng.

Baca Juga: Cara Menang Main Tembak Ikan

Walaupun memiliki suasana yang cukup bening, namun didalamnya terdapat beberapa koleksi benda bersejarah dimulai dari zaman Prasejarah seperti misalnya fosil bebatuan serta senjata kuno masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan, sampai kepada budaya di masa modern. Benda ini ditampilkan di dalam kotak kaca ataupun Etalase seperti misalnya mata panah, perhiasan, agen bola, patung, bapak, poker online dan lainnya.

Secara umum sampai saat ini bangunan yang berada di kawasan benteng Rotterdam tersebut masih berada di dalam kondisi yang waktu serta terawat. Bahkan pada bagian tengah benteng, di sekitar taman terdapat penggunaan yang biasanya digunakan untuk menjadi panggung sebagai acara pagelaran seni. Lokasi ini juga sangat mudah ditempuh yaitu hanya sekitar 1 km dari pantai Losari. Atau jika Anda ingin mendatangi nya dari bandara sultan Hasanuddin, Anda membutuhkan waktu paling tidak 30 min dengan menggunakan mobil atau motor. Jika dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Anda hanya perlu menempuh waktu sekitar 15 min.

Hingga saat ini, Museum tersebut menjadi salah satu kehidupan mata pencarian bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Di dalam museum juga bisa melihat bagaimana sejarah kehidupan masyarakat yang mayoritas adalah seorang pelaut.