Bangunan Tua

Kantor NV Jacobson van den Berg & Co, Gedung Tua Megah yang Sekarang Kumuh Tak Terawat

Kantor NV Jacobson van den Berg & Co, Gedung Tua Megah yang Sekarang Kumuh Tak Terawat

Tidak hanya Gedung London Sumatra atau Gedung Lonsum saja yang terkenal di daerah Sumatera, akan tetapi, khususnya di Palembang juga ada satu gedung yang tak kalah terkenal, yaitu gedung kantor dari NV Jacobson van den Berg & Co.

NV Jacobson van den Berg sendiri merupakan salah satu perusahaan dagang terbesar yang dimiliki Belanda yang didirikan pada tanggal 1 Juni 1860 di Amsterdam. NV Jacobson van den Berg adalah salah satu dari The Big Five atau 5 perusahaan raksasa Belanda, Borsuimy, Geo Wehry, Internatio da Lindeteves yang menjadi penguasa segala bentuk bisnis dan pendistribusian ke banyak negara di dunia, khususnya di kawasan Asia.

Selain di Batavia (Jakarta), NV Jacobson van den Berg juga mendirikan kantor lain di Palembang, tepatnya di sekitaran Sekanan yang berseberangan dengan bangunan Kantor Pol PP Palembang. NV Jacobson van den Berg & Co mengurusi masalah asuransi dan ekspor – import serta juga menjalin konsi bisnis dengan banyak perusahaan di Palembang untuk dapat memonopoli karet dan kopi.

Sayangnya, tidak diketahui pasti kapan gedung tersebut didirikan, namun kantor NV Jacobson van den Berg & Co di Palembang yang memiliki 2 lantai tersebut sempat tidak terbengkalai ketika Jepang menguasai Indonesia. NV Jacobson van den Berg & Co berhasil mendapatkan dan menggunakan kantornya tersebut kembali setelah pasukan Jepang secara keseluruhan meninggalkan Indonesia pada tahun 1947.

Hanya saja, di awal tahun 1950-an, Pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi di hampir semua peninggalan Belanda, gedung tersebut juga termasuk salah satu yang akhirnya dimiliki oleh pemerintah.

Pada tahun 1957, PT Yudha Bhakti Corp menjadi pemilik dan pengelola gedung NV Jacobson van den Berg& Co tersebut. PT Yudha Bhakti Corp kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Dagang Negara (PDN) Fadjar Bhakti pada tahun 1961 sebagai imbas dari peleburan beberapa perusahaan milik negara lainnya.

PDN Fadjar Bhakti dibubarkan pada tahun 1964 dan pemerintah mengganti namanya menjadi P.N Satya Niaga. Pada tahun 1970, status P.N Satya Niaga berubah dari Perusahaan Negara menjadi Perseroan Terbatas atau PT. Sayangnya, sisi finansial PT Satya Niaga semakin lama semakin menurun dan membuatnya dilikuidasi secara resmi pada tahun 1977 dan kemudian dilebur dengan dalam satu bendera, PT Dharma Niaga.

Kembali pada tahun 2003-an kemarin, PT Dharma Niaga harus dilebur sekali lagi dengan beberapa perusahaan milik negara lainnya, seperti PT Pantja Niaga dan PT Cipta Niaga, kemudian bergantu menjadi Indonesia Trade Company (ITC) atau PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). ITC juga menjadi satuu-satunya BUMN untuk mengurusi masalah ekspor –impor yang sangat diandalkan Indonesia.

Sayangnya, setelah lama digunakan dan mengalami banyak peristiwa serta menjadi saksi sejarah berdiri dan tumbangnya perusahaan-perusahaan besar, kantor NV Jacobson van den Berg & Co tersebut kini justru terlantar dan tidak lagi terawat.

Bahkan sekarang banyak dinding-dinding di bekas kantor NV Jacobson van den Berg & Co tersebut yang sudah menghitam dan berdebu. Akan tetapi uniknya, walaupun tidak terawat dan menjadi kumuh serta kotor, namun bekas kantor NV Jacobson van den Berg & Co itu masih kuat berdiri dengan desain awal sampai saat ini. Hal tersebut menjadi satu bukti bahwa memang benar arsitektur dan seni bangun jaman kolonial sangat hebat dan mampu bertahan lama melintasi banyak dekade.